At-Turots Peduli

Atturots Peduli Umat

SAFARI DAKWAH KE DESA KAPUR

Abu Bassam | Senin, 22 September 2014 - 15:26:38 WIB | dibaca: 2957 pembaca

Mobil Rombongan Tim Dakwah

Sungguh betapa banyak nikmat yang telah dikaruniakan Allah. Betapa kita tak mampu mengkonversinya dengan materi dan uang. Bukan saja karena tak punya dana cukup untuk menggantinya, bahkan untuk menghitung berapa nikmat-Nya saja pun tak mampu. Lantas bagaimana bisa kita tidak berupaya keras untuk bersyukur kepada-Nya?

Tak jarang hal yang biasa kita rasakan lupa kita nilai sebagai nikmat. Misalnya, lancar buang air besar. Betapa kita baru menyadarinya sebagai nikmat luar biasa saat sembelit. Apalagi sampai terkena wasir sehingga merasa sakit saat buang air besar. Di samping itu kita mesti keluar biaya untuk penanganannya, belum kalau harus operasi lebih dari 6 juta dibutuhkan. Sungguh semua karunia Allah yang kita terima merupakan sesuatu yang sangat besar.
Itulah kutipan dari tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Shobirin, seorang dai yang baru datang dari Lampung. Saat itu beliau menyampaikan kajian di hadapan 20 orang jamaah masjid di desa Tepus, kecamatan Eromoko, kabupaten Wonogiri. Kajian rutin yang dilangsungkan setiap Senin Pon.
Kajian setiap Senin Pon tersebut selain di Tepus juga menyapa daerah Garon, Pijenan, dan Tukluk yang masuk di daerah Kabupaten Gunungkidul. Selain itu tersapa juga daerah yang masuk wilayah Kabupaten Wonogiri seperti  Tempuran, Bonpakel, Jebek, dan Tepus. Tujuh dai yang berangkaat adalah Shobirin, Mubarok, Abu Faiz, Hermanto, Sularno, Teguh, dan Suprapto.
Perjalanan dimulai dari pondok jam 16.00 WIB tiba di lokasi pertama menjelang adzan maghrib berkumandang. Melewati jalanan terjal berliku keluar masuk jalan tanpa aspal tim dakwah terguncang-guncang oleh irama gerak mobil. Satu per satu desa binaan sudah tersambangi, hingga tiba di desa terakhir saat Isya' menjelang.
Ada yang istimewa pada acara kajian malam itu. Khususnya dirasakan oleh jamaah warga di Tukluk, Tambakromo. Ada senyum mengembang di wajah yang sumringah dari saudara-saudara jauh yang bergelut dengan keterbatasan akses hidup. Betapa lama nian mereka mengidamkan adanya aliran air bersih di tempat mereka. Mereka hidup di daerah yang tinggi. Ada satu sumur yang tentu tidak mencukupi kebutuhan mereka, terutama untuk kebutuhan ibadah dan kebersihan. Apalagi saat musim kemarau datang menjelang, hingga air pun jadi barang langka dan mahal.
APU berhasil menjembatani impian mereka dan kebaikan donatur dalam mewujudkan sumur yang mampu mengairi desa mereka. Ada bantuan dari donatur untuk pembuatan sumur lengkap dengan mesin sedot dua buah dan piranti kelistrikan. Bantuan yang diperoleh dari ELDATA tersebut diserahkan oleh Ustadz Mubarok mewakili APU yang diterima secara simbolik oleh Bapak Supri mewakili warga Tukluk. Semoga donatur yang mewujudkan impian warga untuk mendapatkan air dengan lebih mudah melalui ELDATA mendapatkan balasan yang terbaik dari Allah, dan mendapatkan doa kebaikan dari sesama makhluk.










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)